litah liar mengoyak dagingku kunikmati perih pilu cumbuan khobaitsi lelah gundah untuk temukan dirinya apa ini masokisme tak mau kuberhenti kurajam diri sendiri bagai rindu nosferatu pada surya di benderang hari singkapkanlah sekejapun cadar hitam gerhana purnama menepilah dari langit perbudak jasadku seperti kau perbudak jiwaku mengapa tak ada jalan yg mudah selalu menyakitkan seolah midas seujung sentuh berubah tragedy layak kanabis membuai berwujud ambrosia lalu perih menuai kumencandu namamu aku majnun yg berlayar dalam badai sahara rindu menatap cakrawala malam apa rangkaian mutiara biduk itu kalung yg bersandar didadamu maka tikan nadi leherku dengan delapan mata kejora biar nyawaku lepas terbang dikanopi hadramaut cumbu bangkaiku siluet merah yg hanya bertabir darah....